Chelsea berhasil mengalahkan sang tuan rumah, Stoke City, dengan skor akhir 4 – 0. Sempat kesulitan di babak pertama, Jonathan Walters mencetak gol bunuh diri beberapa saat jelang turun minum. Pemain yang sama menggandakan keunggulan The Blues, ketika sundulannya yang seharusnya menghalau bola justru melaju ke gawang sendiri. Hal itu justru membuat Walters kesulitan menghadapi teriakan para fans dan juga mata tajam rekan-rekan setimnya. Kemenangan skuat Rafael Benitez disempurnakan penalti Frank Lampard di menit ke-65 dan tendangan indah Eden Hazard dari luar kotak penalti menggenapkan pesta gol The Blues. Walters benar-benar mengalami mimpi buruk, setelah mencetak dua gol bunuh diri, pemain kelahiran 20 September 1983 ini juga gagal mengeksekusi penalti menjelang laga usai. Ini merupakan kekalahan kandang pertama buat The Potters atau keempat secara keseluruhan di musim ini. Skuat Tony Pulis tertahan di urutan 10 klasemen sementara dengan mengantongi 29 angka. Sementara klub London Barat naik satu tangga ke posisi tiga –menyalip Tottenham Hotspur– dengan 41 poin di kantong.
Tag Archive for Chelsea
Chelsea Mengalahkan Stoke City 4 – 0
Benitez Mulai Khawatir Dengan Masa Depannya Di Chelsea
Hasil yang kurang memuaskan yang diraih Chelsea selama di latih oleh Rafael Benitez, membuat pelatih asal Spanyol ini mulai dihantui oleh rasa cemas akan masa depannya bersama The Blues. Benitez mengaku tidak yakin bila dirinya akan dipertahankan manajemen klub. Di bawah asuhan Rafael Benitez, Chelsea belum pernah sekalipun meraih poin penuh dalam tiga laga terakhir. Hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Manchester City dan Fulham dan dikalahkan West ham dengan skor akhir 3 – 1. Keadaan ini lantas membuat Benitez merasa cemas akan masa depannya di Stamford Bridge dan tidak yakin pihak klub akan tetap mempercayakan dia sebagai orang yang bertanggung jawab di tim. Pelatih West Ham, Sam Allardyce memberikan sedikit saran kepada Benitez usai laga. Menurut Sam, untuk dapat menciptakan sebuah chemistry dalam sebuah tim, maka yang harus dilakukan seorang pelatih baru adalah mendekatkan diri dengan para fans.
Fergie Menyayangkan Nasib Di Matteo
Manajer Manchester United, Alex Ferguson, langsung memulai perang urat syaraf dengan manajer baru Chelsea, Rafael Benitez. Ia menyebut jika Benitez sebagai pelatih yang “beruntung” karena bisa memiliki peluang untuk menjuarai Piala Dunia Antarklub Desember nanti tanpa perlu kerja keras. Chelsea telah memecat Roberto Di Matteo pada pertengahan pekan ini dan menggantinya dengan Benitez. Pemecatan ini sangat mengejutkan karena Di Matteo sukses besar musim lalu. Kekecewaan terbesar Fergie adalah dalam waktu dua pekan Chelsea akan menuju turnamen Piala Dunia Antarklub tanpa kehadiran Di Matteo. Padahal, Di Matteo adalah orang yang paling berjasa mengantarkan The Blues meraih gelar Liga Champions pertama mereka. Benitez sebelumnya juga pernah merasakan hal yang sama pada tahun 2010 lalu. Ia menjadi pelatih Inter Milan menggantikan Jose Mourinho usai menjuarai Liga Champions. Pria asal spanyol itu kemudian membawa Inter menjuarai Piala Dunia Antarklub.
Di Matteo Mengakui Jika Melatih Chelsea Adalah Puncak Kariernya
Roberto Di Matteo harus menerima keputusan klub yang memecat dirinya karena dianggap belum memberikan hasil yang positif bagi Chelsea di musim ini. Meski begitu Di Matteo mengaku senang pernah menjadi bagian dan juga seorang pelatih bagi The Blues. Pemecatan pelatih asal Italia ini memang cukup mengejutkan banyak pihak, pasalnya sang allenatore telah memberikan dua trofi bagi Chelsea sejak menjadi suksesor Andre Villas-Boas. Kedua trofi tersebut adalah trofi Liga Champions dan FA Cup. Padahal, itu adalah trofi Liga Champions pertama kali yang didapatkan oleh Chelsea dan juga menjadi dambaan sang pemilik klub Roman Abramovich. Sayang, manajemen belum merasa puas dengan kedua trofi tersebut. Terlepas dari ketidak puasan klub, Di Matteo sendiri mengaku senang bisa menjalani karier sebagai pelatih di Chelsea. Terlebih, dalam beberapa bulan kinerja sukses membawa dua trofi ke Stamford Bridge. Di Matteo yang juga pernah menjadi pemain di Chelsea ini mengaku bahwa momen mengangkat trofi Liga Champions adalah kenangan termanis dirinya di Chelsea. Ia juga menilai itu adalah puncak kariernya sebagai pelatih.
Di Matteo Merasa Gol Suarez Bermasalah
Roberto Di Matteo, Pelatih Chelsea, sangat kecewa dengan gol yang dicetak oleh striker Liverpool, Luis Suarez. Hal ini memang bukan tanpa alasan, laga kontra Liverpool pun harus berakhir dengan skor imbang yang berakhir 1 – 1 dalam laga lanjutan Premie League. Dalam laga yang berlangsung di Stamford Bridge ini, The Blues sebenarnya bisa mengakhiri laga dengan kemenangan usai John Terry sukses mencetak satu gol pada babak pertama lewat tandukkannya. Sayang, Luis Suarez sukses mengkandaskan mimpi The Blues tersebut. Pemain asal Uruguay ini berhasil menjebol gawang tim tuan rumah di menit-menit akhir babak kedua akan selesai. Selain kecewa gagal menang, Di Matteo menilai bahwa gol penyama kedudukan Suarez sebenarnya berbau pelanggaran. Bahkan, seharusnya The Blues mendapatkan tendangan bebas karenanya .
Oscar Merasa Klop Dengan Chelsea Dan Ingin Bermain Lama Disana
Belum genap tiga bulan bergabung, Oscar sudah merasa betah di Chelsea. Pesepakbola muda asal Brasil itu pun mengaku ingin lama bersama dengan The Blues. Oscar diangkut dari Internacional ke Stamford Bridge pada akhir bulan Juli silam dengan biaya transfer yang diyakini mencapai 25 juta poundsterling serta diikat kontrak selama lima tahun ke depan. Sejauh ini, pemain berusia 21 tahun itu sudah tampil di total tujuh pertandingan Chelsea dan menjadi starter di dua pertandingan terakhirnya. Oscar pun tampil cemerlang dengan menyumbang dua gol dalam laga melawan Juventus di Liga Champions yang berakhir dengan skor 2 – 2. Oscar, kini masih menjalani masa adaptasi dengan kehidupan di klub barunya tersebut. Namun, ia sudah merasa bahagia dan tak ingin berganti klub untuk waktu yang lama.
Di Matteo Akan Merotasi Pemain Chelsea
Piala Liga Inggris kerap kali memang dijadikan ajang oleh tim Premier League untuk menjajal kekuatan pemain cadangan mereka. Begitu pula yang akan dilakukan oleh Roberto Di Matteo saat Chelsea menghadapi Wolverhampton. The Blues akan melakoni laga babak ketiga Piala Liga Inggris dengan menjamu Wolverhampton. Dengan banyaknya kompetisi yang diikuti Chelsea musim ini, rotasi pemain menjadi hal yang perlu dilakukan. Karena itu, untuk menghadapi laga melawan Wolverhampton di Piala Liga, Di Matteo akan menurunkan sejumlah pemain lapis kedua. Di Matteo ingin memberi kesempatan kepada sejumlah pemain yang masih minim tampil di lapangan.
Ashley Cole Dan Peraturan Baru Dari Chelsea
Kontrak Ashley Cole dengan Chelsea tinggal menyisakan waktu selama sembilan bulan. Belum tercapai kesepakatan baru, negosiasi kontrak itu bahkan dikabarkan masih mandek. Cole sudah membela The Blues sejak tahun 2006 sejak ditransfer dari Arsenal. Selama lebih dari enam musim membela Chelsea, ia tak tergantikan di posisi bek kiri dengan sumbangan delapan trofi. Kendati demikian, masa depan Cole di Chelsea sekarang ini masih tak jelas karena kesepakatan kontrak baru belum juga terwujud. Sebuah kebijakan Roman Abramovich yang cuma mau memberikan tawaran kontrak satu tahun kepada pemain di atas 30 tahun disebut-sebut menjadi ganjalan utama tercapainya kesepakatan dengan pemain berpostur 176 sentimeter itu.
Victor Moses Bergabung Dengan Chelsea
Chelsea akhirnya berhasil mendatangkan winger Wigan Athletic, Victor Moses. Tidak diungkapkan secara detail tentang isi kontrak yang ditandatangani Moses bersama The Blues. Chelsea harus merogoh kocek dana sebesar 9 juta Poundsterling untuk mendapatkan jasa pemain berusia 21 tahun tersebut. Moses menjadi pemain keenam yang didatangkan pelatih Roberto Di Matteo ke Stamford Bridge setelah Eden Hazard, Oscar, Marko Marin, Thorgan Hazard dan Cesar Azpilicueta.
Cesar Azpilicueta juga baru saja didatangkan ke Chelsea. Moses merupakan hasil didikan akademi muda Crystal Palace yang mana setelah sukses di divisi 2, ia segera bergabung ke Wigan di tahun 2010 dan sukses beradaptasi di Liga Premier Inggris.
Mancini Lebih Fokus Ke Liga Inggris Daripada Ke Liga Champions
Roberto Mancini, pelatih Manchester City, akan membawa fokus timnya kepada Liga Inggris daripada Liga Champions di musim depan. Manchester City menjadi juara Liga Inggris musim 2011/2012 dengan perolehan poin yang sama dengan rival sekota mereka Manchester United. The Citizen juga berhasil membungkam juara Liga Champions musim lalu, Chelsea, 3 – 2 dalam ajang kompetisi Community Shield. Roberto Mancini dengan tegas menyatakan bahwa fokus mereka sementara ini hanyalah di ajang domestik, bukan Liga Champions. Walaupun ia masih melihat kemungkinan yang bisa terjadi nanti.